Peta Kekuatan NBA : Southeast



   Divisi Southeast bukanlah divisi yang menampung klub-klub bertradisi baik di NBA. Namun belakangan ini salah satu penghuni Divisi ini menemukan era kebangkitan. Miami Heat menjadi tiang utama Divisi Southeast sejak munculnya Trio Heat. Dalam 5 Edisi terakhir Final NBA tercatat empat diantaranya mempertemukan Juara wilayah barat dengan wakil divisi southeast.
   Southeast division sebenarnya merupakan divisi baru. Keberadaannya pada 2004 dilatar belakangi oleh bertambahnya jumlah peserta NBA dari 29 menjadi 30 seiring masuknya Charlotte Bobcats ke dalam liga. Sejak dibentuk hingga saat ini Divisi Southeast belum pernah mengalami perubahan anggota. Klub yang mengisinya ialah Atlanta Hawks, Charlotte Bobcats, Miami Heat, Orlando Magic, dan Washington Wizards. Kalau Bobcats merupakan penghuni baru NBA lain halnya dengan empat klub lainnya. Hawks sebelumnya tergabung dalam Divisi Central. Sementara Heat, Magic, dan Wizards berasal dari divisi Atlantic.
   Tercatat hanya Orlando Magic dan Miami Heat yang mampu menjuarai divisi ini. Dan dari kelima klub di divisi ini hanya kedua klub tersebut yang mampu menembus final NBA. Bersama Dwight Howard Orlando Magic meraih kembali masa-masa kejayaannya hingga pada 2009 mampu merangsek ke Final NBA setelah menyingkirkan juara musim reguler wilayah timur Cleveland Cavaliers yang saat itu diperkuat LeBron James. Namun di partai puncak Howard dkk harus mengakui keunggulan LA Lakers 4-1. Seiring waktu Magic kembali mengalami penurunan kualitas, lebih-lebih setelah Howard hijrah ke Lakers pada 2012.
   Pada tahun 2010 LeBron bergabung dengan Heat. Saat itu pula terbentuk trio Heat yang beranggotakan LeBron James dari Cavaliers, Chris Bosh dari Raptors, dan Dwyane Wade yang merupakan bintang asli Heat. Tak perlu waktu lama, di musim tersebut Heat langsung mencapai Final NBA. Namun Heat kurang beruntung, mereka ditaklukan di babak final oleh Dallas Mavericks. Musim berikutnya Heat kembali ke puncak, kini dominasi trio Heat lebih matang dan kompak. Dengan mudah mereka merengkuh gelar juara NBA karena mampu mengatasi perlawanan Oklahoma City Thunder. Heat kembali lagi tahun berikutnya, kini mereka harus berhadapan dengan San Antonio Spurs di final. Bukan hal yang mudah karena Spurs punya trio yang lebih senior yakni Tim Duncan, Manu Ginobili, dan Tony Parker. Heat nyaris kalah 4-2 karena pada detik-detik akhir game ke lima American Airlines Center Spurs unggul dengan 3 poin. Beruntung tembakan tiga angka Ray Allen berhasil menyamakan kedudukan dan memaksakan Overtime. Heat berhasil mengalahkan Spurs malam itu. Dan pada game ke 7 Heat tampil dominan sehingga mampu melakukan back to back juara.
   Charlotte Bobcats boleh jadi merupakan klub termuda di NBA. Bergabung selama 10 tahun nama Bobcats dipastikan menghilang dari daftar klub NBA musim depan. Bukan karena klub milik Michael Jordan ini memutuskan untuk keluar dari liga, namun karena warga Charlotte hendak bernostalgia. Charlotte Bobcats akan berevolusi menjadi Charlotte Hornets. Perlu diketahui sebelumnya Charlotte pernah menjadi home base klub NBA yakni Charlotte Hornets, namun klub tersebut pindah dan berganti nama menjadi New Orleans Hornets. Pertengahan tahun lalu New Orleans Hornets mencopot nama Hornets dan menggantinya dengan Pelicans. Hal ini membuat Petinggi klub Bobcats berencana menggunakan nama Hornets mulai musim depan.

rivalitas : Miami Heat - Orlando Magic

No comments

Powered by Blogger.