Istilah : Sixth Man

Kevin McHalee, Sixth Man terkenal era 80-an

   Ketika sedang blogging saya menemukan sebuah komentar yang ditinggalkan oleh salah seorang sahabat NBA Reader yang bernama Razaq pada artikel berjudul 5 posisi pemain bola basket . Isi dari komentar tersebut adalah sebuah pertanyaan tentang istilah Sixth Man.
   Kalau harus saya tuliskan ulang pertanyaannya kira-kira seperti ini :

"Kalau Sixth Man itu bisa mengisi semua posisi atau bagaimana ? "

   Nah, untuk menindaklanjuti pertanyaan tersebut sebenarnya saya sudah memberikan jawaban melalui sebuah komentar balasan. Namun pada kesempatan kali ini saya akan membahas lebih detail lagi mengenai istilah Sixth Man.

   Jadi, Apa itu Sixth Man? Dari namanya saja sebenarnya kita sudah bisa tahu apa itu sixth man. Kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia artinya adalah Orang Keenam, atau biar lebih enak bisa diartikan menjadi Pemain keenam. Loh, maksudnya ? Ya, seperti yang kita ketahui satu tim bola basket terdiri dari lima pemain. Tapi apakah mereka akan bermain penuh dari kuarter pertama sampai kuarter terakhir? tentu saja tidak, pasti mereka harus digantikan oleh pemain-pemain lainnya supaya staminanya tetap stabil. Para pengganti ini bisa saja saya sebut sebagai pemain keenam.
   Sudah mulai jelas kan? Secara spesifik Sebenarnya istilah sixth man hanya dimiliki oleh seorang pemain saja dalam sebuah tim. Pemain yang dijuluki Sixth Man harus memenuhi dua syarat. Yang pertama dia bukanlah pemain inti dari sebuah regu, atau kata lainya yaitu pemain cadangan. Syarat yang kedua adalah dia menjadi pemain yang paling sering dimainkan dari semua pemain cadangan lainnya, alias yang paling sering menggantikan pemain lain.

Jr Smith, Sixth Man andalan ketika masih bermain untuk New York Knicks


   Yang membuat sixth man ini spesial adalah, biasanya si sixth man ini mendapatkan jatah main yang sama dengan pemain inti atau bahkan lebih banyak dari pemain inti. Statistik yang diperoleh oleh sixth man biasanya juga tidak jauh berbeda dibanding pemain inti. Biasanya sisxth man itu adalah pemain yang bisa memainkan beberapa posisi. Misalnya posisi murninya adalah Power Forward, tetapi posturnya yang besar ditambah dengan keahlian yang mumpuni membuatnya sanggup memainkan peran sebagai seorang Center. Kevin McHalee adalah contohnya. Kalau sudah begini pelatih mana yang tidak tertarik memainkannya berkali-kali? Keberadaan seorang sixth man menjadi keuntungan tersendiri bagi sebuah tim,
   Ada sebuah strategi jitu yang sering digunakan dalam permainan bola basket. Yaitu strategi dimana pelatih memberi kepercayaan seorang scorer jitu sebagai sixth man ketika starter sudah memiliki poin yang cukup. Jadi ketika seorang starter harus beristirahat, produktifitas poin tetap terjaga. Hal ini pernah dipraktekan oleh tim legendaris Chicago Bulls pada akhir 90-an dengan Forward Toni Kukoč, Selain itu Manu Ginobili juga pernah mendapat peran tersebut di San Antonio Spurs, Leandro Barbossa di Phoenix Suns, Jason Terry di Dallas Mavericks, Jr Smith di New York Knicks, Jamal Crawford di Los Angeles Clippers, dan James Harden ketika masih berkostum Oklahoma City Thunder.

Manu Ginobili menerima penghargaan Sixth Man of The Year pada 2008


   Sejak musim 1982-1983 NBA telah memberikan pengharagaan bertajuk Sixth Man of The Year bagi sixth man dengan performa terbaik di liga dalam satu musim. Boby Jones adalah pemain pertama yang menerima penghargaan tersebut. Sementara Jamal Crawford menjadi pemain yang memperolehnya musim lalu (2013-2014).

   Jadi bagaimana ? apakah sekarang anda sudah memahami dan mengerti apa itu Sixth Man? Peran tersebut sebenarnya bisa menjadi motivasi bagi kamu khususnya yang sering duduk dibbangku cadangan agar bekerja lebih keras lagi supaya mendapat kepercayaan dari pelatih, Siapa tahu kamu bisa menjadi sixth man di tim mu, bukankah itu selevel dengan Starter? (HZ)

No comments

Powered by Blogger.