TIPS MENJAGA PEMAIN DENGAN POSTUR BADAN LEBIH TINGGI

Hampir semua dari kita yang sering main basket pasti pernah bertemu dengan pemain jenis ini. Memiliki tinggi badan yang luar biasa tingginya untuk ukuran orang Indonesia.

Tak jarang, diantara kita sering kewalahan bagaimana sih nutup ini si "Tiang Listrik", yang dengan leluasanya mencetak angka karena yang ngejaga dia itu si kecik yang kalau berdiri bareng, tingginya hanya se-ketek si Tiang Listrik ini.

Ada faktor-faktor tertentu yang membuat kita kewalahan untuk melakukan defend terhadap pemain ini. Misalnya, kita tidak mau mempelajari kelemahan pemain tinggi ini, memang udah nyerah ketika tau harus defend pemain setinggi itu, sampai ga tau bagaimana cara untuk menutup pergerakannya.

Lebih tinggi dari kita bukan berarti tidak ada cara untuk meredamnya. Nah, sesuai dengan judul artikel kali ini, yang akan kita bahas hari ini adalah tips untuk menjaga pemain dengan postur badan yang lebih tinggi. Tips dibawah ini dapat kalian pakai ketika bertemu dengan pemain dengan postur lebih tinggi. Check it!

"Sulit bukan berarti tidak mungkin, semua akan terjadi jika kita mau mencoba"


Berikut adalah tips bagaimana menjaga pemain dengan postur lebih tinggi dari kita :

1. PRINSIP DASAR DEFENSE


Muggsy Bogues ; 160 cm 
Michael Jordan ; 198 cm


Memiliki tubuh lebih pendek bukan berarti kamu ga bisa melakukan defend dengan baik dan benar. Tetap lakukan prinsip defense yang pernah mimin post di postingan sebelumnya,cek : TIPS MENJADI DEFENDER MENAKUTKAN , yang kita gunakan disini adalah tetap STAY LOW. 

Dengan selalu melakukan stay low, seorang defender dengan postur lebih pendek akan lebih mudah untuk mengganggu pergerakan dan percobaan offense dari si Tinggi ini. Dia akan mengalami kesulitan untuk melewati pemain dengan postur lebih pendek dan melakukan stay low.

Dengan tetap stay low ketika bertemu dengan pemain postur tinggi, rate atau peluang untuk melakukan steal menjadi lebih tinggi. Apalagi ketika dia mencoba untuk melakukan penetrasi di depan lo. Karena pada umumnya pemain dengan postur badan yang tinggi memiliki kekurangan di dalam dribble, jadi manfaatkan kesempatan itu ya!

2. FRONTING SI TINGGI

Prinsip yang harus selalu dipegang teguh ketika menjaga pemain yang lebih tinggi adalah : 

 "JANGAN BIARKAN SI TINGGI INI DAPETIN BOLA"

Hal diatas tentu sangat berdasar. Kita sebagai pemain yang memiliki postur badan lebih pendek, pastinya akan sangat kesulitan untuk menjaga pemain dengan postur badan lebih tinggi ketika ia dapetin bola. Karena ketika ia mendapatkan bola dan mencoba untuk melakukan tembakan, kita akan sulit untuk menutupnya. Apalagi pas dia dapetin bola di paint area atau daerah sekitar ring. Tinggal under ring terus-terusan. Habis dah dibantai sama tim lawan yang punya si tinggi ini.

Lalu, apa solusinya?

Fronting. Dengan melakukan teknik fronting ini, kita akan mengurangi peluang bagi pemain tim lawan melakukan passing ke si tinggi ini. Fronting akan memaksa pemain lawan untuk melakukan overhead pass, hal ini tentu akan lumayan membantu bagi defender karena akan memiliki waktu untuk mengganggu si Tinggi ketika ia harus mengambil bola yang melayang. Teknik fronting contohnya ada di foto dibawah ini. Jadi intinya lo berada di front atau depan dari si Tinggi ini.



Ketika kita tidak melakukan teknik fronting ini, dan kita berada di belakang si Tinggi ini, kita ambil contoh nih. Si  Tinggi dapet bola di sekitar paint area, ia akan lebih mudah untuk mencetak angka karena jarak ke ring sudah dekat dan ya sudah pasti si pendek hanya bisa melongo dan pasrah menerima keadaan dihajar terus di dalam  :')

Intinya, apapun ceritanya, jangan beri kesempatan si Tinggi untuk dapetin bola.

3. JANGAN MENCOBA MELAKUKAN BLOCK

"Waduh min, kalau ga di block ya berarti dia nya enak enakan dong nyetak poinnya"

Oke, mari saya klarifikasi. 

Sebagai seorang pemain yang memiliki tubuh pendek, sudah selayaknya kita menyadari kekurangan yang kita miliki. Tapi bukan untuk merasa minder ya. Banyak tuh pemain-pemain NBA yang tinggi badannya dibawah tinggi standar NBA, bahkan ada yang hanya memilik tinggi 160-an cm, dan mereka bisa sukses main di NBA.

Balik ke pembahasan.

Sebagai pemain yang memiliki postur tubuh lebih pendek merupakan sebuah "kerugian" bagi si pemain itu pastinya. Ketika si Tinggi udah dapet bola, jangan mencoba untuk melakukan blok, karena itu hanya akan menambah jumlah FOUL mu.

Hal yang bisa lo lakukan hanya mengganggu dia. Bedakan mengganggu dan melakukan block ya.

Kecuali kamu memiliki vertical jump yang tinggi, boleh lah coba di block. Si Tinggi malahan bakalan jadi gugup pas ada pemain pendek yang kakinya macam terpasang per. Tinggi lompatannya semacam Nate Robinson yang sanggup block Yao Ming yang memiliki tinggi badan (2,29 meter) sedangkan Nate sendiri tingginya hanya sekita 1,75 meter.



Tapi, kalau lo tidak memiliki vertical jump yang tinggi, jangan coba melakukannya. Daripada fouling sia-sia. Hal yang bisa lo lakukan adalah lakukan segala upaya agar dia tidak bisa mendapatkan bola dan kalaupun dapetin bola, jarak ke ring masih jauh.

4. KOMUNIKASI

Kenapa harus komunikasi?

Alasannya adalah terkadang kita merasa kesulitan untuk melakukan penjagaan terhadap si Tinggi ini apalagi yang badannya gede kayak monster. Jangan sungkan untuk meminta helping side dari rekan setim mu.



Helping side akan sangat membantu untuk mengganggu si Tinggi ini. Si Tinggi akan kesulitan untuk mencetak angka ketika "dikeroyok" oleh dua bahkan tiga pemain sekaligus, karena biasanya kemampuan dribble pemain tinggi kurang baik. Hal ini yang harus dimanfaatkan oleh tim dengan postur pemain yang pendek.

Namun, pastikan helping side ini jangan tanggung tanggung. Karena jika kita tanggung-tanggung dalam melakukan helping, si Tinggi ini akan memiliki kesempatan untuk melakukan passing ke rekan setim nya yang  berdiri tanpa penjagaan karena adanya helping side tim defender. So, be wise!

5. BOX OUT

Masalah yang lumrah dihadapi oleh pemain dengan postur pendek ketika bertemu pemain dengan postur tinggi adalah kalah rebound.

Dengan tangan dan kaki yang lebih "panjang", bukan sesuatu yang mengherankan bagi kita apabila si Tinggi ini bisa mendapatkan bola dengan nyaman ketika melakukan rebound. Apalagi bertemu dengan kita yang memiliki postur badan yang lebih pendek.

Tapi, semua ada solusinya. Satu hal yang bisa lo lakuin untuk bisa memenangkan rebound adalah dengan melakukan prinsip dasar rebound, yaitu BOX OUT.

"BOX OUT SI TINGGI KETIKA AKAN BERDUEL MENDAPATKAN BOLA REBOUND"



Buka kaki dan tanganmu selebar mungkin. Jauhkan si Tinggi ini dari area sekitar ring. Hal ini akan sangat membantu seorang defender yang memiliki kekurangan di tinggi badan. Ia akan lebih mudah untuk mengambil bola karena si Tinggi udah dia box out menjauhi ring. Malahan sering kejadian , si Tinggi ini bakalan mendorong pemain pendek yang melakukan box out. FOUL. Bola menjadi milik si pendek. Si Tinggi dapat Personal Foul. Kan lumayan tuh hehehe

Nah, demikian tips buat kalian ngejaga Si Tiang Listrik. Tips diatas bisa kalian praktekkin nanti ketika lagi latihan atau bahkan tanding. Semoga bisa meredam si Tinggi ya! Semangat! Thankyou for reading muahhh





No comments

Powered by Blogger.