Biografi Manu Ginobili



Emanuel David "Manu" Ginóbili Maccari lahir pada tanggal 28 Juli 1977 di bahia Blanca Argentina. Ia adalah seorang pemain basket profesional Argentina yang bermain untuk San Antonio Spurs di NBA. Dia juga merupakan pemain tim nasional bola basket putra Argentina. Bersama dengan Bill Bradley, mereka merupakan dua orang pemain yang telah berhasil memenangkan setidaknya sebuah gelar EuroLeague, Kejuaraan NBA, dan medali emas Olimpiade.

Ginóbili berasal dari keluarga pemain basket profesional. Dia menghabiskan awal karirnya di Argentina dan Italia, di mana ia memegang kewarganegaraan ganda. Di kedua negara tersebut Manu berhasil memenangkan beberapa penghargaan individu dan tim. Karirnya bersama klub asal Italia Kinder Bologna sangat produktif. Dia memenangkan dua penghargaan Liga Champions Italia, MVP EuroLeague Final dan kejuaraan EuroLeague tahun 2001 dan Triple Crown. Manu yang berpartisipasi dalam NBA Draft 1999 dipilih pada urutan ke-57 oleh San Antonio Spurs. Namun Ginóbili baru bergabung dengan Spurs pada tahun 2002, dan segera menjadi pemain kunci bagi tim tersebut. Bersama dengan Spurs Manu telah memenangi empat kejuaraan NBA dan dinobatkan sebagai pemain All-Star pada tahun 2005 dan 2011. Pada musim 2007-08, dia meraih penghargaan NBA Sixth Man of the Year. Ginóbili juga menikmati kesuksesan bersama Argentina.

Keluarga dan Kehidupan Pribadi

Ginóbili berasal dari keluarga pemain bola basket. Kakaknya yang tertua Leandro pensiun pada tahun 2003 setelah tujuh tahun mengarungi liga basket Argentina. sementara saudara laki-lakinya yang lain Sebastián bermain di liga lokal Argentina dan di divisi 2 Liga basket Spanyol. Ayah mereka Jorge adalah seorang pelatih di sebuah klub di Bahia Blanca, Argentina. Berkembangnya bola basket di Bahia Blanca menambah rasa cinta Ginóbili terhadap bola basket. Ia sangat mengidolakan Michael Jordan.

Ginóbili memiliki kewarganegaraan ganda yakni Argentina dan Italia. Oleh sebab itu ia bisa berbicara bahasa Spanyol, Italia dan Inggris dengan lancar. Dia menggunakan kewarganegaraannya di Italia saat di liga profesional Italia. Di waktu senggangnya ia senang mendengarkan musik Latin, menonton film dan bepergian. Pada tahun 2004 dia menikahi perempuan Argentina bernama Marianela Oroño. Pada tanggal 16 Mei 2010 mereka dikaruniai anak kembar yang diberi nama Dante dan Nicola. Pada tanggal 21 April 2014 istrinya melahirkan putra ketiga mereka, Luca.

Karir Profesional

Argentina dan Italia (1995-2002)

Ginóbili memulai karir profesionalnya di liga basket Argentina dengan bermain untuk Andino Sport Club La Rioja dari tahun 1995-1996. Setahun kemudian ia ditransfer ke Estudiantes de Bahía Blanca, dan memperkuat klub kota kelahirannya itu sampai tahun 1998.

Pemain asal Argentina itu pindah ke Eropa pada musim 1998-1999 dan 1999-2000 untuk memperkuat Basket Viola Reggio Calabria dari Italia. Pada tahun 1999, dia bekerja sama dengan Brent Scott, Brian Oliver dan Sydney Johnson untuk mendapatkan promosi dari Divisi 2 Italia ke Divisi 1 Italia.

Ginóbili kemudian memasuki draft NBA 1999 dan San Antonio Spurs memilihnya di akhir putaran kedua pada urutan ke-57. Namun, pada saat itu ia tidak langsung bergabung dengan Spurs. Ia kembali ke Italia untuk bermain untuk Kinder Bologna, yang patut berterimakasih pada Manu karena telah berhasil memenangkan Kejuaraan Liga Italia 2001, Piala Italia 2001 dan 2002, dan EuroLeague tahun 2001, di mana dia dinobatkan sebagai Euroleague 2000-01 EuroLeague Finals MVP. Dia juga dinobatkan sebagai MVP Liga Italia pada tahun 2000-01 dan 2001-02, dan membuat All-Star Game Liga Italia tiga kali selama periode ini.

Pada Kejuaraan Dunia FIBA ​​2002 di Indianapolis, Ginóbili terpilih dalam All-Tournament Team bersama dengan bintang NBA masa depan Yao Ming, Dirk Nowitzki, dan Peja Stojaković. Argentina sukses menjadi Runner-Up pada kejuaraan ini.

San Antonio Spurs (2002-Sekarang)

Pemain Argentina itu bergabung dengan Spurs pada musim 2002-03 di mana ia menjadi pemain cadangan untuk posisi yang diisi oleh pemain veteran Steve Smith. Cedera membuat Manu harus menghabiskan banyak waktunya di luar lapangan, Ia juga merasa sulit menyesuaikan diri dengan gaya bermain di NBA. Seiring berjalannya waktu setelah ia pulih dari cedera, ia memenangkan penghargaan 'rookie of the month' pada bulan April. Pada akhir musim Spurs mencatat rekor menang-kalah 60-22 dan memasuki babak playoff. mereka berhasil menyingkirkan juara bertahan Los Angeles Lakers, dan pada saat itu Ginóbili menjadi terkenal.

Ginóbili komponen penting dalam rotasi pemain Gregg Popovich di babak playoff. Alhasil ia selalu dimainkan di setiap pertandingan. Spurs sukses menyingkirkan Phoenix Suns di ronde pertama, dan kemudian secara mengejutkan berhasil menyingkirkan juara bertahan tiga musim beruntun Los Angeles Lakers. Manu berhasil membantu timnya melewati hadangan rival abadi mereka Dallas Mavericks di Final Wilayah Barat dan akhirnya menjuarai NBA setelah mengalahkan New Jersey Nets di Final. Setelah itu Ginóbili mendapatkan penghargaan Olimpia de Oro yang merupakan penghargaan bagi atlet olah raga Argentina terbaik.

Pada musim 2003-04 ia mendapat jatah bermain yang lebih banyak. Ia bermain dimainkan dalam 77 dari 82 pertandingan. Performanya meningkat dengan perolehan rata-rata 12.8 poin, 4.5 rebound, 3.8 assist dan 1.8 steal per game. Di babak playoff 2004, Spurs bertemu kembali dengan Los Angeles Lakers di Semifinal Wilayah Barat. Kali ini Spurs kalah dalam Game 6 . Sepanjang playoff Ginóbili tidak masuk dalam starting lineup dan hanya bermain sebagai pemain pengganti.

Meski sempat bermasalah, Kontrak Ginobili akhirnya kembali ditandatangani. Ia kemudian menjadi lineup di semua pertandingannya pada musim 2004-2005. Ini adalah musim terbaiknya mengingat ia terpilih dalam tim All-Star Wilayah Barat 2005. Selama playoff, peran Ginóbili sangat penting bagi timnya. Spurs mengalahkan Phoenix 4-1 di Final Wilayah Barat, sebelum akhirnya menang dalam pertarungan tujuh pertandingan yang sengit melawan Detroit Pistons dan memenangi titel NBA. Sayang ia tidak tepilih sebgai MVP Final karena rekannya Tim Duncan bermain lebih baik.

Musim 2005-06 tak begitu bagus bagi Manu yang harus dibekap cedera kaki. Dia sebenarnya bermain dalam 65 pertandingan di musim reguler, namun performanya menurun dibandingkan dengan musim sebelumnya. Di babak Playoff ia tak dapat berbuat banyak ketika Spurs disingkirkan oleh Dallas Mavericks di Final Wilayah Barat.

Pada musim 2006-07 Spurs sempat dilanda krisis pemain cadangan namun Ginóbili berhasil mengatasi masalah tersebut. Ia sering tampil dari bangku cadangan Ginóbili namun bermain dengan performa yang luar biasa seperti pada musim 2004-05. Manu berhasil membantu Spurs untuk mengalahkan Denver Nuggets, Phoenix Suns dan Utah Jazz di babak Playoff dan kemudian membantai Cleveland Cavaliers 4-0 di partai puncak. Kekalahan itu merupakan pelajaran yang berharga bagi sosok LeBron James muda yang berhasil mengantar Cavaliers ke babak Final.

Musim berikutnya perang Ginobili semakin vital. Pada bulan April 2008, ia dinobatkan sebagai Sixth Man of The Year. Di babak playoff, Spurs mengalahkan Suns 4-1 di babak pertama, Ginóbili masuk ke starting lineup di babak kedua melawan New Orleans Hornets setelah Spurs harus menelan kekalahan di dua laga pertama. Spurs akhirnya menang dalam tujuh pertandingan. Namun Spurs lagi-lagi kalah dari Los Angeles Lakers di Final Wilayah Barat. Dan sekali lagi mereka 'gagal' mecatatkan back-to-back.

Musim berikutnya Ginóbili cedera. Ia hanya bermain dalam 44 pertandingan musim reguler dan absen pada NBA Playoffs 2009. San Antonio lolos playoff sebagai unggulan ketiga. Namun dengan pemain pendukung yang semakin tua seperti : Bowen, Michael Finley dan Kurt Thomas yang berusia 30-an, Spurs hanya dianggap tim penghibur. Permainan Duncan dan Tony Parker yang kuat tidak cukup untuk membantu Spurs menghindari kekalahan 4-1 oleh Dallas, dan Spurs tersingkir di babak pertama babak playoff untuk pertama kalinya sejak tahun 2000.

Pada tanggal 31 Oktober 2009 dalam pertandingan melawan Sacramento Kings, seekor kelelawar masuk ke lapangan. Saat kelelawar terbang melewatinya, Ginóbili menamparnya, kelelawar tersebut terjatuh. Dia kemudian membawa makhluk itu ke luar lapangan dan mendapatkan tepuk tangan dari penonton. Pada tanggal 9 April 2010, Spurs dan Ginóbili menyetujui perpanjangan kontrak tiga tahun senilai $ 39 juta melalui musim 2012-13.

Pada tahun 2010-11, Ginóbili masuk tim All-Star Wilayah Barat .

Pada musim 2011-12 yang dipersingkat lantaran terjadi lockout, Ginóbili membantu Spurs meraih rekor menang-kalah 50-16. Do Final Wilayah Barat mereka dikalahkan 4-2 oleh Oklahoma City Thunder.

Pada 2012-13, Spurs melaju ke final NBA dan menghadapi Miami Heat. Spurs sempat unggul 3-2. Namun, mereka akhirnya kalah di game ke-6 dan ke-7. Kali ini sosok LeBron James terbukti benar-benar belajar dari kekalahan enam tahun silam.

Pada tanggal 11 Juli 2013, Ginóbili kembali menandatangani kontrak dua tahun. Pada musim 2013-14 Spurs meraih rekor 62-20 yang merupakan rekor terbaik saat itu. Spurs mencapai final NBA lagi, di mana mereka harus kembali berhadapan dengan Heat. Namun kali ini mereka menang 4-1 dan mengklaim gelar NBA kelima kelima klub. Bagi Ginóbili ini adalah gelar NBA keempatnya.

Pada tanggal 20 Juli 2015, Ginóbili kembali menandatangani kontrak dengan Spurs. 14 Januari 2016 menghadapi Cleveland Cavaliers Ginóbili memainkan game NBA ke-900 nya. Dia sempat menjalani operasi setelah menderita cedera testis pada kemenangan Spurs atas New Orleans Pelicans. Dia kemudian absen selama satu bulan. Manu kembali beraksi pada 5 Maret setelah absen 12 pertandingan karena cedera, mencetak 22 poin dalam 15 menit melawan Sacramento Kings.

Pada tanggal 14 Juli 2016, Ginóbili lagi-lagi menandatangani kontrak dengan Spurs. Pada tanggal 9 November 2016 menghadapi Houston Rockets Ginóbili mencetak poinnya yang ke-13.000.

Dalam Pertandingan ke-5 Semifinal Wilayah Barat 2017 melawan Houston, Ginóbili menorehkan momen bersejarah dengan memblok tembakan James Harden pada detik-detik akhir untuk membantu San Antonio meraih kemenangan 110-107. Dalam pertandingan ke-3 final Wilayah Barat melawan Golden State Warriors, Ginóbili menjadi Pemain pertama berusia di atas 39 tahun yang mencetak 20 poin atau lebih dari bangku cadangan sejak NBA mulai mencatat statistik di musim NBA 1970-71.

Tim Nasional Argentina

Ginóbili memperkuat timnas junior Argentina di Kejuaraan Dunia FIBA ​​U-21 1997, di mana timnya finis di tempat ke-4. Ginóbili kemudian menjadi pemain timnas senior Argentina , dan menjalani debutnya di Kejuaraan Dunia FIBA ​​1998 di Athena. Dia juga bermain di Kejuaraan Dunia FIBA ​​2002 dan berhasil memenangkan medali perak. Prestasi terbaiknya sebagai pemain timnas diraih pada Olimpiade 2004 saat Argentina menjadi tim pertama selain Tim USA yang meraih medali emas dalam 16 tahun.

Dia kembali bergbaung dengan timnas Argentina di Kejuaraan Dunia FIBA ​​2006, namun hau finis di posisi ke-4. Ginóbili adalah pembawa bendera Argentina pada upacara pembukaan Olimpiade 2008 di Beijing, China. Pada turnamen bola basket Olimpiade Beijing 2008 Argentina mengalahkan Lithuania dan memenangkan medali perunggu, meski Manu tidak bermain dalam pertandingan tersebut lantaran mengalami cedera di pertandingan semifinal. Pada bulan April 2010, Ginóbili mengumumkan bahwa dia tidak akan berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia FIBA ​​2010, karena alasan keluarga. Namun dia kembali pada Olimpiade 2012 di London. Argentina yang nyaris absen justru meraih medali perunggu. Ia juga sempat bermain di Olimpiade 2016 di Rio meskipun Argentina hanya mampu finis di posisi 8.

No comments

Powered by Blogger.